Kuliner Khas Salatiga yang Wajib Dicoba. Salatiga mungkin bukan kota besar seperti Yogyakarta atau Semarang, tapi kekayaan kulinernya serius patut diperhitungkan.
Terletak di Jawa Tengah dengan udara sejuk, Salatiga menjadi magnet bagi pecinta makanan tradisional yang ingin mengeksplor cita rasa autentik Jawa serta jajanan khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Kota ini juga dikenal sebagai kota gastro history di mana beberapa makanan klasik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya kuliner Salatiga.
Pembahasan ini akan membawa Anda mengenal beragam kuliner khas Salatiga dari yang legendaris hingga camilan tradisional yang wajib dicicipi saat berkunjung ke sana.
1. Soto Esto – Soto Legendaris Salatiga yang Menghangatkan
Ketika berkunjung ke Salatiga, Soto Esto adalah salah satu kuliner pertama yang MUST TRY. Soto ini sudah ada sejak tahun 1953 dan dianggap sebagai ikon kuliner kota ini.
Apa yang Membuat Soto Esto Spesial?
- Kuahnya gurih dan hangat, perpaduan antara kaldu dan rempah yang khas.
- Biasanya disajikan dengan nasi, suwiran ayam, tauge, dan bawang goreng.
- Ditambah dengan perkedel, sate kerang, atau sate telur puyuh sebagai pelengkap yang nikmat.
- Cocok disantap saat sarapan atau makan siang, apalagi di udara sejuk Salatiga.
Banyak pengunjung mengatakan bahwa soto ini memberi sensasi “rumah nenek”, yaitu rasa klasik yang lezat dan penuh nostalgia.

2. Soto Kesambi – Soto Ayam Bersahaja dengan Rasa yang Mengena
Selain Soto Esto, Soto Kesambi juga menjadi favorit banyak orang, bahkan sering menarik pengunjung dari luar Salatiga seperti dari Semarang dan Jogja.
Ciri Khas Soto Kesambi
- Kuah bening dan segar, dipadu suwiran ayam serta taburan taoge dan seledri.
- Bisa dinikmati dengan lauk tambahan seperti tempe goreng atau tahu goreng.
- Cara menikmatinya khas dengan kerupuk yang diremukkan dan dicampurkan ke dalam soto.
- Ada pilihan lauk spesial seperti rongkong (bagian dada ayam dengan kuning telur di dalamnya).
Kelezatan Soto Kesambi tak hanya di kuahnya, tetapi juga pengalaman klasik yang dirasakan saat menyantapnya di warung sederhana namun penuh kenangan.
3. Pecel Keong – Sensasi Pedas Gurih yang Unik
Masuk ke kategori unik dan berbeda dari kuliner Jawa pada umumnya, Pecel Keong adalah hidangan yang patut dicoba secara penuh rasa dan keberanian.
Kenapa Pecel Keong Layak Dicoba?
- Keong sawah diolah dengan bumbu kacang khas pecel, disajikan dengan sayur segar.
- Rasa pedas, gurih, dan sedikit kenyal dari keong memberikan tekstur dan rasa yang berbeda.
- Pecel Keong ini bukan kuliner ekstrem belaka, tetapi jus rasa tradisional yang bikin penasaran.
Tempat yang terkenal menjualnya adalah Warung Pecel Keong Mbak Toen, yang sudah lama dikenal oleh warga lokal dan wisatawan.
4. Bakso Babat Taman Sari – Bakso Legendaris dengan Variasi Pilihan
Salatiga juga terkenal dengan baksonya, khususnya Bakso Babat Taman Sari yang telah berdiri sejak 1965.
Apa yang Membuat Bakso Ini Istimewa?
- Kuah kaldu bening yang gurih dan segar, cocok untuk cuaca dingin khas daerah pegunungan.
- Moms dan Dads bisa memilih berbagai varian seperti bakso babat, bakso kikil, bakso campur, bakso pangsit, hingga bakso bihun dan bakmi.
- Porsinya lengkap dan mengenyangkan cocok sebagai makan siang atau makan sore yang hangat.
Warung ini masih ramai dikunjungi karena cita rasa baksonya yang autentik dan konsisten bertahan selama puluhan tahun.
5. Enting-Enting Gepuk – Oleh-oleh Tradisional Legendaris
Kalau Anda suka camilan manis, Enting-Enting Gepuk adalah oleh-oleh wajib dari Salatiga.
Cita Rasa dan Asal Usulnya
- Terbuat dari kacang tanah yang digepuk lalu dicampur dengan gula merah hingga padat dan renyah.
- Teksturnya unik: sedikit lengket, manis, dan gurih jadi favorit banyak orang sejak lama.
- Cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh keluarga atau teman karena tahan lama.
Enting-Enting Gepuk sudah menjadi simbol kuliner Salatiga sejak lama, dan banyak wisatawan membelinya setelah menikmati hidangan utama di kota ini.
6. Getuk Kethek – Getuk Singkong Khas Salatiga
Selain Enting-Enting Gepuk, Getuk Kethek juga merupakan camilan tradisional yang wajib dicoba.
Apa Sih Getuk Kethek Itu?
- Getuk adalah makanan dari singkong kukus yang dihaluskan lalu ditaburi kelapa parut.
- Teksturnya empuk dan manis, berbeda dari getuk biasa di kota lain karena cita rasanya yang lembut dan khas.
- Nama kethek bukan merujuk pada binatang, melainkan julukan unik yang melekat pada versi getuk Salatiga ini.
Getuk Kethek sangat cocok dinikmati sebagai camilan sore sambil berjalan-jalan keliling kota.
7. Ronde Sekoteng Jago – Minuman Khas untuk Menghangatkan Diri
Tidak hanya makanan berat dan camilan, Ronde Sekoteng Jago adalah salah satu minuman tradisional legendaris yang terkenal di Salatiga.
Kenapa Ronde Sekoteng Ini Spesial?
- Minuman jahe hangat ini biasanya berisi ronde, kacang putih presto, manisan buah, dan irisan kulit jeruk.
- Cocok untuk dinikmati saat udara dingin, terutama di malam atau pagi hari.
- Warungnya sudah berdiri sejak 1960-an, jadi pengalaman minumannya bisa membawa rasa nostalgia.
Sekoteng ini bukan sekadar minuman tetapi juga pengalaman lokal yang kental budaya.
8. Kuliner Lain yang Patut Dijajal: Tahu Gimbal, Gecok Kambing & Lainnya
Selain yang sudah disebutkan, Salatiga juga punya beragam hidangan khas lainnya yang perlu dicoba:
Tahu Gimbal
Tahu goreng dan bakwan udang disiram dengan saus kacang pedas manis mirip gado‑gado tapi dengan tekstur yang lebih kompleks.
Gecok Kambing
Hidangan mirip tongseng dengan racikan rempah yang kaya, kuahnya agak kasar karena ditambah kelapa sangrai, cocok untuk pecinta daging kambing.
Nasi Liwet Salatiga
Nasi yang dimasak dengan santan dan rempah, disajikan bersama lauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, dan sambal memberikan pengalaman makan penuh rasa.
Sate Sapi Suruh
Potongan daging sapi yang dibakar dengan bumbu kacang khas, menjadi salah satu menu daging yang tak boleh dilewatkan di malam hari.
Kerupuk Karak & Kue Satru
Kerupuk tradisional dari nasi sisa dan kue khas dari tepung beras serta gula merah cocok untuk camilan ringan atau pelengkap hidangan utama.
9. Lumpia Pletok & Lumpia Khas Lokal Camilan Ringan yang Penuh Rasa
Di Salatiga, lumpia menjadi camilan populer yang banyak dijual di warung atau pedagang kaki lima. Versinya tidak selalu resmi disebut “Lumpia Pletok”, tetapi yang dimaksud adalah lumpia lokal yang mirip Lumpia Semarang gulungan kulit tipis berisi rebung, ayam cincang, dan sayuran yang dipadukan dengan rasa khas lokal.
Kenikmatan Lumpia Khas Salatiga
- Biasanya dijual goreng atau basah dengan isian rebung, wortel, dan daging ayam.
Rasanya gurih dan renyah cocok sebagai snack atau pendamping minuman.
Salah satu warung terkenal adalah Lumpia Bu Eddy yang juga menyediakan lumpia beku cocok dibawa pulang sebagai oleh‑oleh.
Walaupun tidak ada istilah resmi “Lumpia Pletok” dalam sumber lokal besar, banyak penduduk setempat mengenal varian lumpia khas ini sebagai bagian dari warung tradisional Salatiga yang wajib dicoba.
10. Tips Wisata Kuliner di Salatiga
Agar pengalaman kuliner Anda di Salatiga maksimal, berikut beberapa tips praktis:
Pilih Waktu yang Tepat
Banyak warung legendaris seperti Soto Esto atau Ronde Sekoteng Jago buka pagi hingga siang atau sore jadi datang pagi untuk sarapan atau sore untuk camilan hangat sangat direkomendasikan.
Jelajahi Pasar Tradisional
Pasar tradisional sering menjadi tempat terbaik untuk menemukan jajanan seperti enting‑enting, getuk kethek, atau lumpia lokal.
Bawa Ruang di Perut Anda
Dengan begitu banyak pilihan dari makanan berat hingga jajanan manis datang dengan perut kosong akan membantu Anda mencicipi lebih banyak variasi.
Kesimpulan
Salatiga bukan sekadar kota kecil di Jawa Tengah kota ini adalah surga kuliner yang menawarkan kelezatan tradisional dari generasi ke generasi. Mulai dari Soto Esto dan Soto Kesambi yang legendaris, pecel keong yang unik, hingga camilan klasik seperti enting‑enting gepuk dan getuk kethek semua memberikan pengalaman makan yang berbeda dan berkesan.
Dan jangan lupa, meskipun istilah “Lumpia Pletok” tidak umum secara resmi, lumpia versi lokal Salatiga tetap menjadi snack lezat yang patut dicoba saat kamu berkunjung ke kota ini baik langsung di warung lokal ataupun dibawa pulang sebagai oleh‑oleh.
