Apa Itu Makanan Nato? Di dunia kuliner Jepang, ada banyak makanan yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Salah satu makanan yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang adalah nato.
Nato adalah makanan yang sangat populer di Jepang, namun bagi beberapa orang, terutama yang belum familiar dengan kuliner Jepang, makanan ini bisa menimbulkan kesan yang agak aneh atau bahkan menantang untuk dicoba. Walaupun demikian, nato memiliki tempat istimewa dalam budaya dan tradisi kuliner Jepang, terutama dalam konteks sarapan.
Dalam ulasan ini, kita akan mengupas tuntas tentang nato, mulai dari sejarah asal-usulnya, proses pembuatannya, hingga cita rasa yang membuatnya berbeda dari makanan lainnya. Artikel ini disusun untuk memberikan informasi yang mudah dipahami dan ramah SEO, agar kamu bisa lebih mengenal salah satu hidangan tradisional Jepang yang kaya akan budaya dan manfaat kesehatan.
Apa Itu Nato?
Nato (納豆) adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari kedelai yang telah difermentasi. Makanan ini memiliki tekstur yang kenyal, berlendir, dan agak lengket, serta memiliki aroma yang sangat kuat. Nato sering kali disajikan dengan nasi panas sebagai bagian dari sarapan pagi di Jepang. Walaupun nato tidak begitu populer di luar Jepang, makanan ini tetap menjadi salah satu pilihan sarapan favorit di negeri Sakura.
Secara sederhana, nato adalah makanan kedelai yang difermentasi dengan bantuan bakteri tertentu, yang membuat kedelai memiliki aroma khas yang kuat dan rasa yang unik. Makanan ini sudah ada di Jepang sejak berabad-abad yang lalu, dan sampai sekarang tetap menjadi bagian dari budaya kuliner tradisional Jepang.
Sejarah Nato
Sejarah nato dapat ditelusuri kembali ke sekitar 1.000 tahun yang lalu, meskipun beberapa sumber menyebutkan bahwa makanan ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan asal-usul nato, tetapi tidak ada yang bisa dipastikan secara pasti. Salah satu teori yang populer adalah bahwa nato pertama kali dibuat secara tidak sengaja oleh para petani Jepang yang menyimpan kedelai dalam jerami untuk disimpan lebih lama. Selama proses penyimpanan, kedelai tersebut kemudian difermentasi oleh bakteri yang ada di lingkungan sekitar.
Salah satu catatan sejarah tertua yang mencatat tentang nato berasal dari periode Heian (794-1185) di Jepang, yang menunjukkan bahwa makanan ini sudah dikenal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Jepang pada waktu itu. Namun, baru pada zaman Edo (1603-1868) makanan ini mulai dikenal secara luas di kalangan masyarakat Jepang sebagai salah satu pilihan sarapan pagi yang bergizi.
Pada awalnya, nato lebih sering dikonsumsi oleh petani karena harganya yang murah dan kandungan nutrisinya yang tinggi. Namun seiring berjalannya waktu, makanan ini mulai mendapatkan perhatian dari kalangan masyarakat kelas atas dan menjadi lebih populer. Hingga saat ini, nato tetap menjadi bagian penting dalam menu sarapan tradisional Jepang, terutama di daerah pedesaan.

Proses Pembuatan Nato
Proses pembuatan nato sangat unik dan melibatkan fermentasi kedelai dengan bantuan bakteri tertentu yang dikenal sebagai Bacillus subtilis var. natto. Proses fermentasi ini menghasilkan rasa yang khas, tekstur yang kenyal, dan aroma yang tajam.
Berikut adalah tahapan dalam pembuatan nato:
- Pemilihan Kedelai: Kedelai yang digunakan untuk membuat nato biasanya dipilih dari kedelai berkualitas tinggi, meskipun kedelai jenis biasa juga bisa digunakan. Kedelai harus dicuci bersih sebelum dimasak.
- Pemasakan Kedelai: Kedelai yang sudah dibersihkan kemudian direbus hingga empuk. Proses pemasakan ini cukup penting karena kedelai yang terlalu keras tidak akan dapat difermentasi dengan baik.
- Fermentasi: Setelah dimasak, kedelai dibiarkan dingin, dan kemudian diberi inokulasi bakteri Bacillus subtilis var. natto. Bakteri ini sangat penting karena mereka akan mengubah kedelai menjadi makanan yang berlendir dan memiliki rasa khas.
- Proses Fermentasi: Setelah bakteri ditambahkan, kedelai ditempatkan dalam wadah yang terjaga kelembapannya. Wadah tersebut bisa berupa kotak kayu tradisional atau wadah plastik modern. Fermentasi dilakukan selama 24 hingga 48 jam pada suhu sekitar 40°C. Selama fermentasi, bakteri akan memecah protein dan karbohidrat dalam kedelai, menghasilkan asam amino dan senyawa yang memberikan rasa khas pada nato.
- Penyimpanan: Setelah fermentasi selesai, nato kemudian didinginkan dan siap untuk dikonsumsi. Makanan ini biasanya disimpan dalam kemasan kecil dan dijual di pasar-pasar Jepang.
Keunikan dari nato terletak pada tekstur berlendirnya yang agak kenyal dan rasa yang khas. Proses fermentasi inilah yang membuat nato menjadi makanan dengan kandungan gizi tinggi dan manfaat kesehatan yang beragam.
Cita Rasa dan Tekstur Nato
Salah satu alasan mengapa nato memiliki penggemar setia dan juga banyak yang merasa enggan untuk mencoba makanan ini adalah aroma dan rasanya yang sangat khas. Bagi banyak orang luar Jepang, aroma nato bisa dianggap cukup menyengat, bahkan bisa dibilang bau tajam yang tidak biasa. Namun, bagi orang Jepang, bau ini justru dianggap sebagai salah satu ciri khas yang menambah kenikmatan saat menikmati nato.
Cita rasa nato bisa digambarkan sebagai campuran antara gurih, sedikit asin, dan kadang-kadang memiliki rasa umami yang dalam. Rasanya cenderung lembut dan agak pedas, meskipun tekstur dan aroma yang kuat lebih mendominasi.
Tekstur nato sangat khas dan bisa dibilang agak sulit untuk dijelaskan, terutama bagi yang belum pernah mencobanya. Teksturnya berlendir, kenyal, dan sedikit lengket, sehingga sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang baru pertama kali mencobanya.
Untuk mengurangi rasa dan bau yang terlalu kuat, banyak orang Jepang yang menyajikan nato dengan tambahan bahan lain, seperti kecap asin, mustard Jepang (karashi), atau daun bawang cincang. Nato juga sering dimakan bersama nasi putih hangat, atau dijadikan topping untuk berbagai hidangan Jepang lainnya, seperti takoyaki, sushi, atau roti.
Manfaat Kesehatan Nato
Selain memiliki rasa yang unik, nato juga dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Makanan ini sangat bergizi dan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh, terutama berkat kandungan protein, vitamin, dan mineral yang dimilikinya.
Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi nato:
- Sumber Protein yang Baik
Nato kaya akan protein nabati, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh. Protein dalam nato sangat mudah dicerna oleh tubuh, menjadikannya pilihan yang baik bagi mereka yang mencari sumber protein yang sehat. - Meningkatkan Pencernaan
Proses fermentasi yang terjadi pada kedelai saat pembuatan nato menghasilkan probiotik yang baik untuk pencernaan. Probiotik ini membantu meningkatkan keseimbangan mikroflora usus dan mendukung sistem pencernaan yang sehat. - Meningkatkan Kesehatan Jantung
Nato mengandung senyawa yang disebut nattokinase, yaitu enzim yang dapat membantu mengurangi penggumpalan darah dan mendukung kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nattokinase bisa membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. - Kaya Akan Vitamin K2
Nato adalah salah satu makanan yang mengandung vitamin K2 dalam jumlah tinggi. Vitamin K2 berperan penting dalam pembekuan darah dan menjaga kesehatan tulang. Kekurangan vitamin K2 dapat menyebabkan masalah dengan tulang dan pembekuan darah. - Sumber Isoflavon
Seperti kedelai pada umumnya, nato juga mengandung isoflavon, yang dapat membantu mengatur hormon dalam tubuh, serta memiliki potensi untuk melawan kanker dan meningkatkan kesehatan kulit.
Cara Menikmati Nato
Nato biasanya dimakan dengan nasi putih hangat sebagai bagian dari sarapan tradisional Jepang. Namun, kamu juga bisa menikmati nato dengan berbagai cara lainnya, tergantung selera. Beberapa cara menikmati nato yang populer antara lain:
- Nato dengan nasi hangat: Ini adalah cara paling tradisional dan umum untuk menikmati nato. Biasanya, nato disajikan di atas nasi putih hangat, ditambahkan sedikit kecap asin atau mustard Jepang untuk memberikan rasa yang lebih segar.
- Nato sebagai topping sushi: Di beberapa tempat, nato digunakan sebagai topping sushi, baik itu sushi gulung (makimono) atau sushi nigiri.
- Nato dengan sayuran: Nato bisa juga dicampurkan dengan berbagai sayuran seperti daun bawang atau wortel untuk menambah rasa dan nilai gizi.
- Nato dalam salad atau roti: Beberapa orang juga menikmati nato sebagai bahan salad atau isian sandwich.
Kesimpulan
Nato adalah makanan yang kaya akan sejarah dan tradisi dalam kuliner Jepang. Dengan proses pembuatan yang unik dan cita rasa serta tekstur yang khas, nato menjadi makanan yang sangat dihargai oleh masyarakat Jepang. Meskipun aroma dan rasanya mungkin terasa asing bagi sebagian orang, keunikan nato terletak pada manfaat kesehatannya yang luar biasa, seperti kandungan protein tinggi, probiotik, dan vitamin K2.
Bagi mereka yang penasaran untuk mencoba makanan Jepang yang unik ini, nato menawarkan pengalaman kuliner yang sangat berbeda dari makanan lainnya. Jadi, jika suatu hari kamu berada di Jepang atau ingin mencoba masakan Jepang di rumah, jangan ragu untuk mencicipi nato—siapa tahu, makanan ini bisa menjadi favorit baru dalam menu sarapanmu!
